Rab. Sep 18th, 2019

Pelatihan 5R Pondok Pesantren Terpadu Al Ma’shum Mardiyah

2 min read

Kegiatan yang diagendakan sejak awal tahun pelajaran salah satunya adalah Pelatihan 5R, Ringkas-Rapi-Resik-Rawat-Rajin. Kegatan ini diprogramkan oleh Pengurus Yayasan yang ditargetkan untuk seluruh penanggung jawab ruang dan perkantoran di Lingkungan Yayasan Al Ma’shum Mardiyah.

Aula SMA Terpad Al Ma’shum Mardiyah, 8.30 waktu setempat, Kegiatan Pelatihan 5R dimulai. Bapak H. Udjuh Djuhandi, S. Sos mengawal acara dengan pembacaan Ummul Qur’an yang diikuti oleh peserta pelatihan.

Pelatihan ini diikuti oleh penanggung jawab ruangan dan perkantoran di lingkungan Yayasan Al Ma’shum Mardiyah di seluruh Unit, baik Unit Pondok Pesantren, SMP Terpadu, SMP, SMA Terpadu dan SMK.

Setelah memberikan pengantar dan sambutan, PHY Bid. SDM Humas menyerahkan laju acara sepenuhnya kepada Pemateri.

Bapak H. Yasfi Nasution, LC sebelum masuk pada pembahasan inti manajemen 5R memberikan gambaran singkat tentang alur kegiatan pelatihan 5R. Dimulai dengan pembukaan, penyampaian materi

Prinsip 5 R ini sudah disusun secara beruntun dan tidak bisa diacak. Pertama; Ringkas, yaitu pemilahan antar barang, terlebih yang terpakai dan tidak terpakai. Kedua; Rapi, yaitu penempatan dan penataan barang. Ketiga; Resik, yaitu membersihkan barang dan ruangan secara konsisten. Keempat; Rawat; yaitu melakukan pemeliharaan barang sesuai standar yang ditentukan. Dan, Kelima; Rajin, salah satu contohnya melakukan perawatan secara konsisten dan rutin, termasuk di dalamnya membuat jadwal kebersihan.

Namun, di antara runtutan prinsip di atas, 2R terakhir adalah hal yang memiliki kompleksitas konsistensi paling sulit untuk dilakukan.

Tentang ringkas. Pemilahan barang perlu pula dilakukan sortir barang antara barang yang digunakan dan tidak digunakan. Jika barang yang tidak digunakan memiliki nilai/harga maka bisa dijual segera, namun jika tidak memiliki nilai maka segara dipindah ke pembuangan. Sedangkan barang yang digunakan, perlu pula dipilah antara yang intensitas pemakaiannya sering dan jarang dipakai. Jika sering dipakai maka penempatannya memiliki jarak tempat paling dekat dengan meja kerja, seperti halnya handphone penempatannya adalah di area meja.

Salah satu prinsip penting dalam manajemen 5R adalah klasifikasi penempatan barang sesuai jenis dan intensitas pemakaian, sehingga tidak ada barang yang berserakan maupun tidak memiliki tempat. Termasuk di dalamnya adalah labeling serta penamaan klasifikasi penempatan inventaris dan sarana yang dimiliki.

Bagi pihak yang melakukan pengelolaan ruang sesuai standar 5R akan mendapatkan label Standar 5R dan piagam penghargaan dari direktur Yayasan Al Ma’shum Mardiyah sebagai bentuk apresiasi.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Bapak H. Yasfi Nasution, LC menegaskan bahwa akan ada operasi dadakan (sidak) di seluruh perkantoran di lingkungan Yayasan Al Ma’shum Mardiyah. Pihak yayasan akan membentuk tim pengelola dan monitoring penataan ruang sesuai standar 5R (Z).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
Lewat ke baris perkakas