Rab. Sep 18th, 2019

Pembinaan Pegawai

2 min read

Pagi yang penuh keakraban, sangat terasa dari seri teduh para asatidzah-ustadzat di Lingkungan Yayasan Al Ma’shum Mardiyah. Senyum sapa sebelum 08.00 mulai lengkap terlihat, 91 dari 121 peserta Pembinaan Pegawai sudah tiba di tempat sesuai dari waktu yang dijadwalkan.

Pembukaan kegiatan ini dikawal oleh PHY Bid. SDM & Humas Yayasan Al Ma’shum Mardiyah. Selama pembukaan pengarahan dan ketentuan selama acara disampaikan oleh beliau, Bapak H. Udjuh Djuhandi, S. Sos.

Sebelum motivator memegang laju acara, Direktur Yayasan memberikan kata sambutan. “Ilmu jika dibagikan bukan berkurang, (justru. Red.) bertambah,” tuturnya. Dalam sambutannya, Bapak H. Yasfi Nasution, LC memberikan penegasan terkait peningkatan kedisiplinan.

Alhamdulillah, sesuai target jadwal. 08.45, Bapak Asep Sapa’at menerima penyerahan forum dari pembawa acara untuk memberikan motivasi dengan tema; “Jati diri I”.

Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu (31/08) ini, selain diawali dengan ta’aruf, peserta (dewan guru) diajak untuk melakukan warming up dengan menggunakan pendekatan ketangkasan warna. Bapak Asep Sapa’at memberi instruksi kepada peserta untuk menyebutkan warna dari tulisan, example; teks merah diberi warna hijau.

Awal mula, seluruh dewan guru dengan serentak-kompak membaca sesuai warna tanpa terpengaruh teks yang mengecohkan. Teks bertuliskan merah, biru, kuning dst., dengan warna yang menyalahi teks muncul di layar secara bergantian, dari lambat kemudian makin cepat,. Semakin cepat semakin buyar konsentrasi. Give-applause mengisi semarak ruang acara.

Kegiatan peningkatanmotivasi dan jati diri ini berjalan dengan ice breaking yang sebenarnya merupakan materi inti. Berawal dari permainan, setelahnya motivator mempertemukan peserta dengan point dari motivasi yang hendak disampaikan.

Selesai dari game ketangkasan warna, praktisi karakter guru ini mengajak peserta untuk bermain kembali dengan game yang menggunakan pendekatan Emosional Reflect. Semua peseta diberi instruksi untuk mengambil kertas dengan dibagi menjadi empat bagian. Bagian pertama, menulis nama peserta yang hobby membaca. Kedua, nama peserta yang nomor sepatunya 44. Dan Ketiga, nama peserta yang bercita-cita menjadi guru sejak kecil. Serta keempat, Menulis peserta yang kelahirannya antara Maret-Juni.

Setelah instruksi diterima, peserta sepontan berhamburan saling bertanya dan menebak satu sama lain. Ada yang bertanya dengan santun, ada yang langsung jalan jongkok untuk meneliti ukuran nomor sepatu peserta satu persatu.

Keakraban yang erat otomatis terjalin, saling mengenal dan mendekat tak perlu komando dan instruksi lanjutan. Bahkan, tak ada ego dan selisih jabatan. Tanpa disadari, peserta belajar banyak hal. Sekian ice breaking memanjakan dan memberi rasa betah bagi peserta, termasuk ilmu dan aneka hikmu yang dapat dipetik-teladan. Selain permainan, pemateri memberi banyak motivasi melalui media visual gambar dan video (Z).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.
Lewat ke baris perkakas